Keluarga Ketoprak Studio R. R. I. Jogjakarta
Djaka Tingkir Pinitaja
BRD-016 / Vinyl 12" / 33 1/3 rpm
A1
Babak 1
Ketoprak Mataram
B1
Babak 2
Ketoprak Mataram
NOTES

Ketoprak Mataram

Keluarga Ketoprak Studio R. R. I. Jogjakarta

pimpinan

Soemardjono

 

Tjerita jang kami sadjikan ini adalah tjukilan tjerita kepahlawanan seorang pemuda gagah berani di djaman Demak, jang achirnja berhasil menduduki tachta keradjaan Padjang. Nama sesungguhnja dari pemuda tadi adalah KAREBET, tetapi ia lebih dikenal dengan nama DJAKA TINGKIR, djulukan jang menundjukkan bahwa ia berasal dari Desa Tingkir, sebuah desa ketjil didekat Banjubiru. Tjerita keseluruhannja amatlah pandjang, sebab itu hanja kami tjukilkan bagian jang sangat menarik, ditjetak dalam dua buah piring hitam:

 

BRD-015 DJAKA TINGKIR TUNDUNG

BRD-016 DJAKA TINGKIR PINITAJA

 

Djaka Tingkir Pinitaja

 

Tiada tudjuan, tiada harapan, berbekal susah hati karena terusir dari negeri Demak, badan letih lesu lunglai, DJAKA TINGKIR mengembara diikuti kedua orang pengiring setia. Panggah dan Panggih. Takdir telah membawa mereka sampai ditempat kediaman Kiageng Banjubiru. Kedatangannja disambut baik oleh Kiageng Banjubiru, bahkan ia diterima mendjadi siswa.

 

Tiada berapa lama DJAKA TINGKIR telah dapat menguasai ilmu2 dari gurunja, hingga Kiageng Banjubiru merasa puas, dan berani melepaskan DJAKA TINGKIR melandjutkan perdjuangannja, kembali ke negeri Demak. Untuk teman diperdjalanan, tiga orang siswa disuruh mendampingi, jaitu Pramantja, Pemanahan dan Pendjawi.

 

Perdjalanan dilakukan melalui sungai berkendaraan rakit. Aral menghadang, buaja di Kedung Srengenge merintangi perdjalanan rakit, pertarungan antara manusia dan barisan buaja terdjadi. Tidak seekor buajapun dapat menandingi kesaktian DJAKA TINGKIR. Sebagai tanda takluk, empatpuluh ekor buaja lalu mendorong rakit dan mengawal dalam perdjalanan. Dalam tjerita, adegan ini sangat terkenal dalam pupuh Megatruh:

 

            SIGRA MILIR SANG GETEK SINANGGA BADJUL

            KAWAN DASA KANG NDJAGENI

            ING NGARSA MIWAH ING PUNGKUR

            TANAPI ING KANAN KERING

            SANG GETEK LAMPAHNJA ALON

 

Setelah hampir sampai negeri Demak, DJAKA TINGKIR dan kawan2nja naik kedarat untuk melepaskan lelah. Tiba-tiba datanglah Kiageng Butuh, menjarankan agar DJAKA TINGKIR mentjari seekor kerbau dan telinganja diisi tanah, kemudian kerbau itu dihalau melalui Gunung Prawata.

 

Ditempat lain, Sultan Demak dan segenap keluarga istana sedang berburu dikaki Gunung Prawata. Kerbau tadipun datang mengamuk, banjak rakjat jang telah mendjadi korban, sedangkan lasjkar tidak dapat menghalau. Kerbau makin mendekati kota Demak, hamper memasuki alun2.

 

Dalam keributan ini, muntjullah DJAKA TINGKIR. Atas perintah sultan, ia menjongsong kedatangan kerbau jang mengamuk itu da berhasil merobohkannja.

 

DJAKA TINGKIR mendapat kepertjajaan kembali dari Sultan Demak, kedudukan Lurah Tanutama dikembalikan kepadanja, dan lebih dari itu ia diperkenankan mempersunting bunga indah kraton Demak.

CREDITS
RELATED
Lokananta Musik - Music - Orkes Lokanada - The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia (Part 1)
The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia (Part 1)
Lokananta Musik - Music - Orkes Lokanada - The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia (Part 3)
The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia (Part 3)
Lokananta Musik - Music - Band Borobudur - Njai Roro Kidul
Njai Roro Kidul
Lokananta Musik - Music - Angkasawan R. R. I. Surabaja - Ludruq Semanggi Surabaja
Ludruq Semanggi Surabaja
Lokananta Musik - Music - Band Borobudur - Parade Artis
Parade Artis