Angkasawan R. R. I. Surabaja
Ludruq Semanggi Surabaja
BRD-025 / Vinyl 12" / 33 1/3 rpm
A1
Ludruq Semanggi Surabaja
Angkasawan R. R. I. Surabaja
B1
Ludruq Semanggi Surabaja
Angkasawan R. R. I. Surabaja
C1
Ludruq Semanggi Surabaja
Angkasawan R. R. I. Surabaja
D1
Ludruq Semanggi Surabaja
Angkasawan R. R. I. Surabaja
NOTES

“SEMANGGI – SURABAJA”

 

Nama Markuat dan Surja Dewi bukan barang baru lagi bagi penggemar Seni Ludrug Surabaja. Bukan sadja karena keduanja senantiasa berketjimpung pada seni Ludrug Kesenian R.R.I. Surabaja tetapi djuga keduanja sering mengadakan tour keliling. Dimanapun mereka datang pasti mendapat sambutan hangat oleh publik. Lebih-lebih bagi petjandu ludrug Surabaja.

            Sudah diperhitungkan semasak-masaknja bila kita merekam Ludrug Surabaja dengan deretan pemain2 jang punja nama ini, demi mengetengahkan satu sebi spesifik dalam gaja drama daerah jang memiliki style dan chas tersendiri pula mendjadi kegemaran masjarakat Djawa Timur pada chususnja.

            Kisah jang dibawakan kali ini dengan djudul sederhana: “Semanggi – Surabaja” tetapi didalamnja tersimpul mutiara2 jang diselipkan disana-sini dengan gaha keludrugannja.

            Asmara tjinta usianja sudah sama tuanja dengan sedjarah manusia ini sendiri. Dengan lika-liku variasi membina kasih mentjapai maksud. Begitu djuga Markuat. Bukan salahnja kalau dia djatuh hati terhadap gadis manis, lintjah, Mariam si bakul semanggi. Kisah jang dimulai dari pandangan mata setiap hari, dimana Mariam mendjual semangginja dan Markuat sebagai pembeli, makin lama makin tumbuh meradjai dadanja. Terasa bagai digelitik hatinja bila dia mendengarkan alunan suara Mariam mendjadjakan dagangannja.

           

                        “MANGGA TJAK ……. MRIKI DIK ……. DAWEG

                       SAMI DIITJIPI ……. SEMANGGINE ……. DASAR

                      ENAK TUR MURAH REGANE …….. LUWUNG

                      KANGGO SARAPAN WAJAH ESUK…….”

 

            Desakan hati muda jang menggelora, achirnja keluar sebagai perasaan tjinta. Namun apa boleh buat, bila kasih bertepuk sebelah tangan, hari Markuat rindu resah gundah gulana. Tjinta Markuat ditolak.

Betapa berhasilnja, acting jang diperankan oleh Markuat tampak sekali pada dialoognja dengan Mariam. Kata setengah orang, patah tjinta adalah penjakit jang paling memusingkan hati. Makan tak hendak, tidurpun tak njenjak, apalagi bekerdja. Malas dan mengkal. Tak heran kalau ajah Markuat bingung dalam menghadapi anaknja jang terserang penjakit “gandrung” ini. Dia ingin tahu, gadis manis mana gerangan jang membuat anak satu2-nja ini linglung? Maka kalau diketahui bahwa dara tsb. Bernama Mariam jang mendjadi bakul semanggi tjepat2-lah dia mengatjam Markuat, apabila permainan tjinta diteruskan. Pak Amat sebagai ajah akan marah, marah sekali. Penjakit jang mulai kronis makin lama makin mendjadi. Markuat semakin parah, semaking bingung. Lalu kepada siapa dia hendak mengadukan nasibnja? Oh, betapa sengsaranja hidup ini. Tjinta ditolak, orang tua melarang dia mempersunting Mariam si pudjaan hatinja. Hal jang demikian sering terdjadi. Orang tua melarang anaknja kawin dengan seseorang hanja karena dianggap kurang setarap atau perkerdjaannja terlalu rendah dibandung dengan dirinja. Pada hal apakah jang dianggap perkerdjaan jang rendah dan hina itu? Segala pekejerdjaan adalah halal dan mulia asal masih sedjalan dan tidak bertentangan dengan adjaran Tuhan.

            Satu keberuntunganlah bahwa Markuat mendapat dukungan jang spontan dari Pak Dullah mandornja, jang melihat kelesuan dan tiada gairah kerdja pada diri Markuat. Meskipun dalam posisi sulit Pak Dullah mentjoba membawakan misinja dengan sekuat tenaga.

Dengan gaja chas ludrug dan bumbu2 banjolan jang menjemarakkan adegan ini Pak Dullah mentjoba menjelidiki hati dan kehendak Mariam. Kata orang sedalam-dalamnja samodra masih dalam hati manusia. Dengan liku-liku siasat dan rentjana jang penuh humor serta kotjak Pak Dullah memantjing-mantjing dengan kata2 jang tjukup membuat Mariam tak dapat lagi menutup-nutupi hatinja.

            Bagi Markuat tembok penghalang itu masih tjukup banjak. Seumpama Mariam masih bersedia membukakan hatinja, masih harus menghadapi lagi dengan ajahnja. Padahal sampai saat itu Mariam sendiri masih samar2.

            Pada suatu hari betapa bingung Pak Amat tatkala Markuat jang menurut pendapatnja sedang dihinggapi penjakit linglung dan gandrung itu tidak pulang. Hilang tidak kembali. Ditjarilah kesana dan kemari namun tidak kundjung sua. Bahkan Pak Dullah sendiri sebagai mandor tidak pula mengetahui. Hanja menurut desas-desus pada waktu achir2 ini Markuat dikabarkan ada dirumah Mariam, kekasihnja.

            Kisah ini memang dibuat ber-liku2 oleh pengarangnja jang sekaligus mendjadi sutradara sehingga tampak serasi benar, sebab dapat mendjiwai seluruh tjerita.

Jang mendjadi pangkal pertanjaan kemana gerangan lari Markuat membawakan hati jang bingung? Siapa sebenarnja jang mendjadi dalang dan erdiri dibelakang permainan kisah tjinta ini? Apakah Mariam jang tidak tjinta kepada Markuat mendjadi luluh hatinja oleh siasat dan rakaan2 Pak Dullah? Apakah mungkin ajah jang pernah memukul kepala Mariam dengan tongkat harus disudjudi sebagai mertua? Semua itu akan terdjawab dalam klimaks kisah Semangg-Surabaja jang direkam oleh Lokananta chusus bagi penggemar Ludrug Surabaja.

            Mungkin banjak jang belum mengetahui, apa gerangan “semanggi” itu? Kalau Jogja terkenal dengan gudegnja, Djakarta ada garo2-nja, maka Surabajapun memiliki makanan istimewa jang bernama “semanggi”.

            Jang paling menarik dalam rekaman ini, adalah dialoog demi dialoog jang chas Surabaja karena memang dibawakan oleh arek2 Surabaja jang sudah banjak makan garam dalam dunia ludrug, begitu pula pemilihan lagu2 jang tjukup mengesankan dan mendjadi trade mark ludrug Djawa-Timur. Tjoba sadja renungkan lagu (gandangan) dibawah ini :

                       

SRUWI-SRUWI KEMBANG MELATI

SRUWA-SRUWA KEMBANG KENANGA

ATI JUSTJI DALANE WONG MUKTI

WATAK TJULIKA GAWE SANGSARA.

 

NJANG PASAR BLAURAN TUKU DJAMU

NJANG PASAR PABEAN TUKU ROTI

SING PADA SREGEP NGUDIJA NGELMU

IKU DALANE ADJINE DIRI.

 

SANTEN TOJA KLAPA

SAMANTEN ATUR KAWULA

 

Kebiasaan dalam dunia ludrug senantiasa diselingi gandang-gandangan jang memberi nasehat. Tampak menondjol dalam “Semanggi-Surabaja” ini jang begitu halusnja dan harmonis serta tjotjog pengetrapannja dalam menjisipkan gending-gending, sehingga tiada tampak unsur pemaksaan.

Lagu “Opak Apem” dibawah ini sekali lagi menundjukkan betapa teliti sutradara dalam rekaman ini.

           

OPAK APEM GLEPUNG PARI

LAKI-RABI KUDU ATI SIDJI.

 

OPAK APEM GULA DJAWA

ADJA NGRESULA NEK NANDANG PAPA.

 

OPAK APEM GLEPUNG DJAGUNG

ADJA DEMEN NEK LAGEK DIGUNGUNG.

 

OPAK APEM GULA PASIR

LIRAK-LIRIK NEK LAGI NGESIR

 

OPAK APEM WETON BLAURAN

AJUK KANTJA MBETJIKI KEKANTJAN.

 

            Dalam ludrug biasanja seluruh pemain lelaki. Tetapi perlu diketahui bahwa ludrug ANGKASAWAN RADIO REPUBLIK INDONESIA SURABAJA ini telah tampil dengan experiment barunja. Jang mendjadi wanita (perawanan wanita_ adalah wanita sesungguhnja. Surja Dewi jang mendjadi pelopor dalam hal ini tampak berhasil dalam peranannja dengan tidak meninggalkan gaja spesifik ludrug.

            Bagaimana achir dari tjerita tersebut? Baiklah disini tidak kita ungkapkan sebab akang mengurangi nilai ketegangan dalam tjerita jang penuh humor dan tanda tanja ini. Apakah Pak Dullah ada maksud tersendiri terhadap diri Mariam didalam klimaks achir tjerita, inilah djawabannja.

            Orang akan terkotjok perutnja mendengar dialoog seorang jang gandrung tetapi berpura-pura: “……. Senep kula nek neda semanggi ngaten niku……. Engkin mawon teng restoran…….. kalih areke……”

            Dan achirnja sebagai penutup seperti biasanja para pemain saling menghaturkan gandangan spesifik :

 

GODONG DJATI AMBA

TUKU KUPAT OLEH LIMA

KULA NGATURI PIRSA

MENAWI WONTEN LEPAT NJUWUN SEPURA.

 

CREDITS

"SEMANGGI-SURABAJA"

oleh

ANGKASAWAN R.R.I SURABAJA

 

Pelaku:

Markuat = Markuat

Marijam = Surja Dewi

Doellah = Munali Patah

Amat - Junus Jakin

 

Djuru Lagu:

M. A. Remu

S. Tarsih

Djoko Soewarno

RELATED
Lokananta Musik - Music - Orkes Lokanada - The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia (Part 1)
The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia (Part 1)
Lokananta Musik - Music - Orkes Lokanada - The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia (Part 3)
The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia (Part 3)
Lokananta Musik - Music - Band Borobudur - Njai Roro Kidul
Njai Roro Kidul
Lokananta Musik - Music - Band Borobudur - Parade Artis
Parade Artis
Lokananta Musik - Music - Gazali Rahman - Pengadjian Al-Qur'an - Surat An Nahl
Pengadjian Al-Qur'an - Surat An Nahl