Keluarga Wajang Orang Studio R. R. I. Surakarta
Mustakaweni
BRD-013 / Vinyl 12" / 33 1/3 rpm
A1
Babak 1
Mustakaweni
B1
Babak 2
Mustakaweni
C1
Babak 3
Mustakaweni
NOTES

Keluarga Wajang Orang Studio R. R. I. Surakarta 

Pimpinan

Warsohartono

 

MUSTAKAWENI

 

Konon…..

 

Pada suatu hari Prabu Bumiloka radja di negara Ima-Imantaka menjatakan kepada adiknja jang bernama Mustakaweni, bahwa ia ingin membalas dendam kepada Hardjuna, karena menurut tjatatan jang baru sadja dibatja, kematian ajahnja disebabkan tangan Hardjuna.

Mustakaweni sependapat dengan kakaknja, akan tetapi kiranja maksud Prabu Bumiloka sukar dilaksanakan hingga berhasil, kalau tidak mengetahui kekuatan dan kelemahan lima bersaudara Pandawa. Walaupun kakaknja mempunjai kesaktian dan keberanian, masih diragukan apakah ia dapat menandingi Hardjuna. Kuntji dari kekuatan Pandawa terletak pada ,,Djimat Kalimasada”, maka kuntji ini harus dikuasai terlebih dahulu.

Prabu Bumiloka agak tersinggung oleh utjapan adiknja, seolah-olah adiknja memandang rendah kepada dirinja bahkan memudji lawan. Tetapi Mustakaweni bukanlah seorang jang hanja pandai berkata. Utjapan dan tindakannja adalah ??????. tersungginglah sekelumit madah dibibirnja: ,,Barang siapa berani membuat permulaan, harus berani membuat penjelesaian”. Pada saat itu djuga, hilanglah Mustakaweni dari pandangan Prabu Bumiloka dan ditempatnja berdiri seorang ksatria. Ia telah berganti rupa, mendjelma sebagai Gatotkatja.

Dengan menjamar sebagai Gatotkatja, ia menudju istana Indraprasta. Kebetulan jang ada di istana hanja putri2, karena Pandawa bersaudara sedang membangun Tjandi Saptaarga. Kepada Dewi Drupadi (Permaisuri Puntadewa) diserangkan, pembangunan Tjandi Saptaarga mendapat halangan, sekian kali dibangun, sekian kali pula runtuh, rakjat banjak jang menderita sakit. Kedatangannja ke istana adalah mendjundjung titah Prabu Puntadewa untuk mengambil ,,Djimat Kalimasada”, akan dipergunakan sebagai penangkal mala petaka.

Tiada ajal lagi, setelah menerima ,,Djimat Kalimasada” ia segera meninggalkan istana. Alangkah terkedjutnja, ketika sampai dialun-alun, ia disusul oleh Wara Srikandi dan menjuruhnja berhenti. Stikandi jang diserahi tanggung djawab mendjaga keselamatan istana oleh Prabu Puntadewa merasa tjuriga, Kalimasada diminta. Keduanja bersikeras mempertahankan pendirian masing2, perkelahiapun terdjadi. Mustakaweni tidak kuat menerima anak panah jang dilepaskan oleh Srikandi, kedok panjamarannja terbuka, ia kembali pada rupa semula, lalu lari meninggalkan lawannja.

Dalam djalinan tjerita, ditempat lain, seorang putera Hardjuna bernama Prijabada mentjari ajahnja, disertai panakawan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Ditengah perdjalanan ia bertemu dengan Wara Srikandi. Setelah saling bertanja, Srikandi minta tolong kepada Prijabada agar mengedjar Mustakaweni dan ,,Djimat Kalimasada” harus dapat direbut. Apabila permintaan Srikandi sudah terpenuhi, keinginanPrijabada untuk bertemu dengan ajahnja bukanlah persoalan lagi.

Tjerita ini diachiri dengan adegan siasat tipu menipu antara Prijabada dan Mustakaweni, masing-masing memperlihatkan kesaktiannja, disusul dengan adu ketangkasan mempergunakan sendjata keris dan panah, tetapi kemudian bertukar mendjadi adegan romantic, kisah kasih jang mengasjikkan.

"Ikan dilatu asam digunung bertemu dalam belanga”

CREDITS
RELATED
Lokananta Musik - Music - Orkes Lokanada - The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia (Part 1)
The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia (Part 1)
Lokananta Musik - Music - Orkes Lokanada - The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia (Part 3)
The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia (Part 3)
Lokananta Musik - Music - Band Borobudur - Njai Roro Kidul
Njai Roro Kidul
Lokananta Musik - Music - Angkasawan R. R. I. Surabaja - Ludruq Semanggi Surabaja
Ludruq Semanggi Surabaja
Lokananta Musik - Music - Band Borobudur - Parade Artis
Parade Artis