LOKANANTA LUNCURKAN PERPUSTAKAAN DIGITAL DAN BUKU
13 October 2016

Setelah melakukan peluncuran perdana perpustakaan digital koleksi arsip musik pada bulan Februari lalu, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia Cabang Surakarta “Lokananta” akan meluncurkan secara resmi situs www.lokanantamusik.com dan buku “LOKANANTA” pada Sabtu (15/10) besok di kantor Perum Percetakan Negara Republik Indonesia Cabang Surakarta “Lokananta”, Jl. Ahmad Yani 39, Kerten, Solo., Jawa Tengah.

 

Didirikan pada tahun 1956 di Solo, Jawa Tengah, Lokananta berkembang dari sekadar pabrik piringan hitam menjadi bank sentral kekayaan musik Indonesia. Selain koleksi lagu-lagu daerah, perusahan rekaman yang diprakarsai oleh tokoh nasional R. Maladi bersama dua rekannya yaitu R. Oetojo Soemowidjojo dan R. Ngabehi Soegoto Soerjodipoero ini juga menyimpan rekaman penting sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Adanya perpustakan digital memungkinkan masyarakat dapat mengakses kekayaan perusahaan rekaman yang menjadi rumah maestro musik Indonesia seperti Gesang dan Waldjinah ini.

 

Peluncuran perpustakaan digital dan buku merupakan bentuk nyata kerjasama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia Cabang Surakarta “Lokananta” dengan Lokananta Project yang mewadahi para penulis, fotografer dan desainer muda untuk memoles ulang Lokananta sebagai wadah arsip musik Indonesia.

 

Saat ini perpustakaan digital telah mengunggah sebanyak 60 album rilisan Lokananta sejak tahun 1956. Beberapa diantaranya adalah Message of H. E. President Soekarno on The Opening Ceremony of The First Asian-Africa Journalist's Conference on April 24, 1963 dan lagu “Indonesia Raya” versi instrumental dengan sampul lirik tiga stanza. Selain itu juga telah diunggah album The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia yang menjadi buah tangan atlet-atlet yang berlaga di ajang Asian Games tahun 1962 di Jakarta.

 

Sedangkan buku “LOKANANTA” merupakan hasil riset tiga penulis yakni Dzulfikri Putra Malawi, Fakhri Zakaria, dan Syaura Qotrunadha, mengenai kiprah Lokananta dalam lima tahun terakhir serta upaya berbagai pihak untuk merevitalisasi label rekaman dan studio pemerintah ini dalam perkembangan industri musik nasional. Buku ini akan dicetak sebanyak 500 eksemplar dan didistribusikan di lima kota yaitu Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, dan Surabaya.

 

“Meski belum cukup memotret Lokananta secara menyeluruh, kami berharap kehadiran buku ini akan memicu kolaborasi lebih luas untuk mendokumentasikan jejak Lokananta sebagai salah satu titik penting di industri musik Indonesia,” ujar Fakhri.

 

"Mendengar kisah dari para musisi yang seluruhnya harapan baik untuk eksistensi Lokananta seperti memupuk semangat saya agar bisa juga berkontribusi mengabarkan dalam fakta-fakta dan mimpi besar yang bisa direalisasikan untuk musik Indonesia. Melalui bacaan buku ini, semoga para musisi dan stake holder juga bergairah melibatkan Lokananta, apapun bentuk kreatifnya," sambung Fikri.

 

Acara ini akan dimeriahkan oleh penampilan dari beberapa band-band muda Solo dan Jogja seperti Merah Bercerita, Teori, Punctum Remotum, dan Sabarbar. Selain itu juga akan ada penjualan untuk 50 eksemplar pertama buku “LOKANANTA” serta berbagai rilisan dan merchandise dari para penampil dan pihak-pihak yang telah banyak membantu keberlangsungan “Lokananta Project”.

 

“Proyek ini telah mengajari kami banyak hal dalam dua tahun ini. Tidak hanya mengenai Lokananta, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari kami sendiri, dan lingkup yang lebih pribadi. Sungguh pengalaman yang sangat berharga untuk masa muda kami,” tutup Syaura.